DPRD Gelar Paripurna Pemilihan Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith Terpilih

Galeri Foto83 Dilihat

Ahdi Muqsith alias Osit ditetapkan sebagai Wakil Bupati Bintan terpilih pada sidang paripurna DPRD Kabupaten Bintan, Kamis (24/8/2023).

Sidang paripurna DPRD Kabupaten Bintan pemilihan Wakil Bupati Bintan sisa masa jabatan 2021-2024, Kamis (24/8/2023) awalnya dihadiri keseluruhan Anggota DPRD Kabupaten Bintan. Pada saat pemilihan, 22 dari 25 orang anggota dewan yang menggunakan hak suara.

Sidang paripurna pemilihan Wakil Bupati Bintan sisa masa jabatan 2021-2024 dipimpin oleh Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo, didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti dan Agus Hartanto. Paripurna ini dihadiri Bupati Bintan Roby Kurniawan, pimpinan FKPD, Sekda Bintan Ronny Kartika, Sekwan Riang Anggraini, serta OPD di lingkungan Pemkab Bintan dan undangan.

Selain itu, turut hadir secara langsung Calon Wakil Bupati Bintan nomor urut 1 Ahdi Muqsith alias Osit. Namun, Dhenok Puspita Sari tidak hadir atau absen lagi. Sebelumnya, Dhenok Puspita Sari tidak hadir pada paripurna dengan agenda yang sama, Senin (21/8/2023). Dhenok dikabarkan sakit, dengan melampirkan catatan medis. Dikabarkan, Dhenok berangkat ke Malaysia atas permintaan sendiri, untuk berobat ke Rumah Sakit KPJ Johor Bahru, Malaysia.

Kamis (24/8/2023), Dhenok Puspita Sari absen lagi, dengan melampirkan surat keterangan dari Rumah Sakit KPJ Johor-Malaysia. Namun, paripurna tetap dilanjutkan meski Dhenok tidak hadir. Sebab, surat keterangan tersebut bukan dari rumah sakit pemerintah (dalam negeri). Sementara, dalam ketentuan pemilihan Wakil Bupati Bintan, untuk keterangan kesehatan atau sakit, mesti rujukan dari rumah sakit pemerintah.

Meski demikian, tiga orang anggota dewan dari Fraksi PKS memilih walk out (keluar) dari sidang paripurna. Bahkan, M Toha dari Fraksi PKS menyatakan mundur dari Panlih. Sidang tetap dilanjutkan, karena memenuhi quorum.

Tahap awal, Ahdi Muqsith Cawabup Bintan nomor urut 1 menyampaikan pokok-pokok pikiran terhadap visi dan misi Bupati dan Wakil Bintan periode 2021-2024. Pada sesi ini, Ahdi Muqsith menguraikan lima konsep operasional visi pembangunan Kabupaten Bintan. Yaitu perwujudan Bintan Rumah Kita melalui pemerintah yang inklusif dan kolaboratif.

Selain itu prinsip meaningful participation dalam pembangunan. Menciptakan masyarakat yang memiliki daya saing dan inovasi yang tinggi. Mempersiapkan generasi muda dalam setiap melihat peluang pada era globalisasi. Serta transformasi digitalisasi dalam birokrasi pemerintan.

Sedangkan konsep misi pembangunan Kabupaten Bintan yang dipaparkan Ahdi Muqsith, antara lain memperkuat pertumbuhan ekonomi berdasarkan potensi lokal yang berdaya saing. Terutama potensi kelautan dan perikanan, serta potensi pariwisata. Meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing serta menguatkan nilai religius dan budaya Melayu. Implementasi dan sasarannya SDM unggul yang berdaya saing dan SDM yang sehat jasmani, rohani dan IQ.

Misi lainnya meningkatkan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Meliputi pemberdayaan jangka pendek dan pemberdayaan jangka panjang. Penjabatan misi keempat, yaitu mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan dan tata ruang. Misi ini diwujudkan melalui perlindungan lingkungan dan rencana tata ruang, konektivitas akses antarpulau, aksesibilitas daerah pesisir dan pedalaman.

Terakhir, meningkatkan reformasi birokrasi pelayanan publik. Melalui optimalisasi pelayanan publik, peningkatan kualitas ASN dan transformasi digitalisasi. Setelah penyampaikan pokok-pokok pikiran terhadap visi dan misi Bupati Bintan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari perwakilan fraksi.

Pada sesi tanya jawab ini, Hasriawady dari Fraksi Golkar meminta kepada wakil bupati terpilih, agar benar-benar mendukung program Bupati Bintan. Jangan sampai setelah menjadi wakil bupati, justru berperan seperti bupati. Dari Fraksi Demokrat disampaikan oleh Zulkifli. Zulkifli lebih menekankan kepada strategi apa yang dilakukan Ahdi Muqsith untuk menjalankan tugas wakil bupati.

Selain itu, Suhardi SE dari Fraksi NasDem juga menyampaikan beberapa pertanyaan. Fraksi Nasdem lebib menekan kepada apa kiat mengoptimalkan agar anak daerah bisa mendapatkan pekerjaan. Tarmizi dari Fraksi Perjuangan Amanat Hati Rakyat mempertanyakan apa maksud dan tujuan Ahdi Muqsith mencalonkan sebagai Wakil Bupati Bintan.

Usai sesi tanya jawab melalui perwakilan fraksi, paripurna dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas oleh Cawabup Bintan nomor urut 1, disaksikan pimpinan dewan, bupati dan panlih.

Kemudian, Panlih dan anggota DPRD Kabupaten Bintan melaksanakan proses pemilihan, sesuai dengan Tata Tertib (Tatib) pemilihan Wakil Bupati Bintan sisa masa jabatan 2021-2024 yang dibacakan oleh Mirwan selaku Ketua Panlih Wakil Bupati Bintan.

Pada proses tahapan pemilihan, surat suara yang disediakan Panlih sebanyak 28 lembar. Dari jumlah tersebut, 3 lembar merupakan surat suara cadangan. Kemudian, dilakukan pemilihan secara tertutup oleh 22 orang anggota dewan dan pimpinan DPRD Bintan yang hadir dalam paripurna tersebut.

Dari hasil pemungutan suara tersebut, Cawabup Bintan nomor urut 1 atas nama Ahdi Muqsith memperoleh 20 suara. 1 surat suara dinyatakan tidak sah, karena mencoblos dua cawabup tersebut. Kemudian, Cawabup Bintan nomor urut 2 atas nama Dhenok Puspita Sari meraih 1 suara.

“Dengan ini, kita tetapkan Ahdi Muqsith sah menjadi Wakil Bupati Bintan terpilih sisa masa jabatan 2021-2024. Selanjutnya akan dilakukan proses pengusulan pelantikan,” kata Agus Wibowo, Ketua DPRD Kabupaten Bintan.

Pada kesempatan lain, Mirwan selaku Ketua Panlih Wakil Bupati Bintan sisa masa jabatan 2021-2024 menjelaskan, surat keterangan dokter Nurul terhadap Dhenok Puspita Sari pada paripurna pertama, Senin (21/8/2023) merupakan catatan medis. RSUD Bintan sebagai rumah sakit pemerintah tidak ada mengeluarkan surat rujukan ke RS KPJ Johor Bahru, Malaysia maupun ke rumah sakit lain. Dhenok Puspita Sari absen pada paripurna. Namun, pemilihan ditunda atas dasar keputusan paripurna dewan.

“Pada rapat paripurna hari ini, Kamis (24/8/2023), Dhenok tak hadir lagi. Dia memang ada melampirkan surat dari Rumah Sakit KPJ Johor-Malaysia. Di persyaratan, kan untuk rujukan itu rumah sakit pemerintah. Jadi, paripurna pemilihan tetap berlanjut,” jelas Mirwan kepada suaraserumpun.com.

“Tapi, Bu Dhenok bukan diartikan gugur. Nama dia tetap ikut dalam pemilihan. Tadi, Bu Dhenok dapat 1 suara. Kalau pada pemilihan tadi Bu Dhenok mendapatkan suara terbanyak, beliau yang menang. Jika itu terjadi tadi, itu sah dan beliau wakil bupati terpilih. Tapi kan tidak, Pak Ahdi Muqsith yang meraih suara terbanyak. Ya, Pak Osit la yang menjadi Wakil Bupati Bintan terpilih,” demikian diterangkan Mirwan.

Selamat buat Ahdi Muqsith
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengucapkan selamat kepada Ahdi Muqsith yang sudah ditetapkan sebagai Wakil Bupati Bintan terpilih, melalui sidang paripurna DPRD Kabupaten Bintan. Roby Kurniawan berharap bisa terus bersinergi, untuk mempercepatkan melakukan inovasi-inovasi terkait perbaikan pelayanan publik serta misi lainnya. Tujuannya akhirnya untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Bintan.

Dengan wilayah atau kondisi geografis Bintan sebagai daerah kepulauan, Roby Kurniawan berharap, dengan hadirnya Wakil Bupati Bintan, akan menambah semangat atau spirit Kabupaten Bintan agar pembangunan bergerak lebih cepat.

“Mudah-mudahan ini bisa segera dijalankan proses pelantikannya. Melalui mekanisme-mekanisme sesuai dengan ketentuannya,” harap Roby Kurniawan.

Sesuai dengan tugasnya, Roby Kurniawan menyampaikan, Wakil Bupati Bintan ke depan, akan melakukan pengawasan-pengawasan ke dalam (tugas internal) pemerintahan. Yaitu mengawasi kinerja ASN di Pemkab Bintan. Terutama kinerja seluruh pimpinan OPD yang ada di Bintan.

“Tentunya kolaborasi dengan OPD untuk mengentaskan kemiskinan di Bintan, dan lain-lain. Seperti meningkatkan pariwisata, meningkatkan PAD. Celah-celah yang ada, perlu kita maksimalkan bersama,” tambah Roby Kurniawan didampingi Ahdi Muqsith.

Ahdi Muqsith menyatakan, dirinya akan menjalankan tugas Wakil Bupati Bintan sesuai dengan visi dan misi kepala daerah serta aturan yang berlaku.

“Kita akan gaspol lah seperti apa yang dikatakan Pak Bupati Bintan, setelah pelantikan nanti,” ucap Ahdi Muqsith.***

Narasi & Foto : Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *