Beranda Nasional Proses Mengolah Kapulaga Menjadi Teh yang Dikenal Masyarakat

Proses Mengolah Kapulaga Menjadi Teh yang Dikenal Masyarakat

0
Hasil Produk Teh Kapulajang yang Diproduksi UMKM di daerah Jln. Boyong, Banteng, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, DIY yang dirintis oleh Agung Pramono

Putrakepri.com, Yogyakarta – Kapulaga adalah salah satu rempah yang memiliki rasa kuat dan sedikit manis. Biji, minyak dan ekstrak kapulaga memiliki khasiat penyembuhan dan kerap digunakan dalam pengobatan tradisional.

Tanaman kapulaga dapat dibuat menjadi berbagai macam olahan. Masyarakat dari daerah Timur Tengah dan India biasanya mengolah kapulaga menjadi salah satu bumbu olahan karena memberikan cita rasa yang berbeda pada tiap menunya. Selain untuk bumbu makanan, tanaman kapulaga ini bisa diolah menjadi minuman, obat obatan, dan juga minyak atsiri.

Kapulaga sudah dipercaya banyak masyarakat untuk menjadi tanaman obat. Tetapi Agung Pramono mahasiswa UGM Jurusan Akutansi Publik membuat olahan baru dari produk kapulaga yaitu teh kapulaga. Produk tersebut disebut Teh Kapulajang yaitu Kapulaja Jawa dari Dusun Gondangan Wonosobo. Teh kapulajang ini belum banyak dikenal, meski memiliki khasiat dalam kekebalan tubuh, dapat juga memberikan ketenangan saat depresi dan membantu proses diet, juga memiliki rasa asli Kapulaga serta rasa yang begitu hangat.

Baca Juga :   Kapolri Intruksikan Kepada Jajarannya Untuk Tidak Ragu Usut Tuntas Mafia Tanah

Adanya proses produksi Teh Kapulajang sebagai berikut:

  1. Pertama, mencampurkan daun teh sebanyak 90 gr dengan kapulaga sebanyak 40 gr lalu dihaluskan dalam blender.
  2. Kemudian, daun teh dan kapulaga yang telah dihaluskan lalu dimasukkan ke dalam kantong teh sebanyak 2 gr.
  3. Lalu, kantong teh yang sudah terisi, disegel dengan menggunakan mesin Band Sealer.
  4. Setelah disegel kantong teh dipilah yang baik dan yang gagal tersegel.
  5. Lalu, ketika kantong teh yang sudah bagus ditempelkan kertas merk pada tali kantong teh.
  6. Kemudian, kantong teh tinggal dimasukkan ke dalam kemasan yang telah disiapkan.
  7. Kemasan teh dibungkus dengan plastik bening menggunakan Heat Gun.
  8. Terakhir, setelah selesai semua teh kapulaga siap diperjual-belikan.
Baca Juga :   Kelola HHBK, Nurdin MoU dengan Kementerian
Mahasiswa dari beberapa Kampus foto bersama usai mengikuti seminar pengembangan UMKM Teh Kapulajang dengan memanfaat sosial media

Kami selaku mahasiswa Amikom Yogyakarta dengan jurusan Ilmu Komunikasi melakukan seminar tentang Pengembangan UMKM Teh Kapulajang dengan Memanfaatkan Sosial Media yang diketuai oleh Zahra Nur Aziza. Seminar ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan produk Teh Kapulajang kepada para masyarakat serta memenuhi tugas Proyek Sosial dengan bimbingan dari Dosen Riski Damastuti, S.Sos., M.A

Agung Pramono selaku owner Kapulajang mengenalkan produknya kepada peserta seminar, serta memberitahukan bahwa UMKM ini terletak di daerah Jln. Boyong, Banteng, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, DIY.

Baca Juga :   Penandatanganan PKS Antara SMSI Dengan TNI AD Bentuk Sinergi Dalam Menjaga NKRI Dan Cita-cita Kemerdekaan

Ibu Rufki Ade Vinanda S,I,kom, M.A. Dosen Amikom Yogyakarta dengan Juruasan Ilmu Komunikasi sebagai narasumber seminar memberikan materi tentang cara memanfaatkan dan menganalisis sosial media dalam meningkatkan pembeli dan pengembangan Teh Kapulajang.

Sebelum itu, teman teman dari mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta ini juga telah mengadakan kegiatan lain, seperti foto produk mengenai minuman Teh Kapulajang. kegiatan ini bertujuan untuk membantu menunjang feeds media sosial dari Teh Kapulajang. Selain itu, mereka juga merencanakan pembuatan buku yang berisikan tentang informasi mengenai Teh Kapulajang itu sendiri. (Penulis Helmy,Gofar,Hassifa).

Artikulli paraprakSINOM DPD Pemilu 2024 di KPU, 21 Tokoh Masyarakat Telah Terdaftar
Artikulli tjetërProgram Subsidi Bunga Nol Persen Untuk UMKM Dilanjutkan di 2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.