Beranda Kepri Diterpa Angin Kencang Plafon Kantor DPRD Ambruk, J Nadeak : Sudah 17...

Diterpa Angin Kencang Plafon Kantor DPRD Ambruk, J Nadeak : Sudah 17 Tahun Belum Ada Renovasi

0

Putrakepri.com, Tanjungpinang-Angin Kencang yang disertai hujan lebat mengakibatkan robohnya plafon lobi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau (Kepri), hal itu dibenarkan oleh Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak SH MH saat dikonfirmasi via ponsel pribadinya, Rabu (11/01).

Kejadian robohnya plafon lobi DPRD Kepri murni akibat cuaca alam yang tiba-tiba terjadi pagi tadi. Ia juga menjelaskan, kejadian berawal dari kencangnya angin dari arah barat sekitar pukul 8:50 WIB saat pegawai dan staf DPRD tak terlalu ramai.

Baca Juga :   Gubernur Ansar Meninjau Dan Pastikan Mudik Di Kepri Aman dan Lancar

“Iya katanya puting beliung tadi pagi, Kejadian kurang lebih sebelum jam 9 pagi Makanya saat dapat info saya langsung kesini untuk mengecek,” katanya.

“Tidak ada yang disalahkan, karna memang sudah 17 tahun belum ada renovasi, jadi ini murni kejadian alam yang tak bisa kita duga pas pagi tadi,” tambahnya.

Akibat kejadian itu tidak ada korban yang terkena imbas dari rubuhnya plafon loby kantor DPRD Kepri. Selain plafon lobi kantor DPRD Kepri, ruang rapat paripurna juga terkena imbas.

Baca Juga :   Seleksi PPPK Berlangsung Dari Tanggal 13 sampai 16 September 2021.

“Dari segi umur Flaponnya kategori kuatlah, cuman puji Tuhan kejadian itu karyawan pada dikamar kerja masing- masing dan tidak ada korban,” tutpnya

Dengan adanya kejadian tersebut, kemungkinan perbaikan plafon loby kantor DPRD Provinsi Kepri akan segera dilakukan secepat mungkin. (DW)

 

Artikulli paraprakResmikan Sarana Prasarana Pendidikan di  Natuna, Ansar Sebut Kepri Butuh Generasi Cerdas, Kompetitif & Berkarakter
Artikulli tjetërUntuk Memastikan Pekerjaan Berjalan Baik, Pulang Dari Natuna, Gubernur Langsung Kunker ke Kabupaten Lingga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.