Putrakepri.com, Tanjungpinang – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen penuh untuk memperkuat budaya riset dan ekosistem kreativitas di lingkungan sekolah guna menyambut penilaian Indeks Inovasi Daerah serta ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.
Sebagai langkah nyata, institusi ini menggelar forum Presentasi Inovasi Daerah pada Satuan Pendidikan yang dilangsungkan secara luring di Ruang Rapat Kantor Disdik Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, sejak tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Agenda strategis ini mengundang jajaran kepala sekolah, narahubung teknis, beserta para inovator dari berbagai sekolah menengah atas yang sebelumnya telah dinyatakan lolos dalam tahapan ketat seleksi administrasi.
Kegiatan yang bertujuan mendongkrak mutu pelayanan publik di sektor pendidikan ini dihadiri langsung oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik Kepri, Kiki Desika, S.H., M.H., bersama Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, Suhadi, S.Sos., M.Si.
Di hadapan tim penilai, perwakilan setiap satuan pendidikan diberikan alokasi waktu maksimal selama 15 menit, yang terbagi atas sepuluh menit pemaparan komprehensif dan lima menit sesi tanya jawab interaktif.
Adapun kerangka materi wajib yang dipaparkan mencakup latar belakang penciptaan gagasan, tujuan strategis, unsur kebaruan atau novelty, metode implementasi di lapangan, dampak nyata yang telah dihasilkan, hingga proyeksi strategi keberlanjutan produk inovasi.
Dalam rangkaian pleno tersebut, sejumlah sekolah unjuk gigi menampilkan terobosan unggulan yang sangat bervariasi mulai dari digitalisasi administrasi, kelestarian lingkungan, hingga penerapan teknologi mutakhir.
SMAN 1 Bintan Timur memamerkan Website Tata Usaha dan Gerakan Sekolah Menanam (GMS), disusul SMAN 2 Batam dengan alat ANDAMIKA untuk mitigasi kecepatan angin, serta SMKN 3 Batam yang membawa sistem pembelajaran matematika elektronik vokasi bernama SIPMAKASI.
Selain itu, SMAN 1 Toapaya mengenalkan inovasi pewarna alami lokal berupa Batik Bauksit, SMAN 1 Mantang meluncurkan Smantang Eco Briket (SEB), sementara SMKN 4 Tanjungpinang memukau forum lewat asisten mentor berbasis kecerdasan buatan bertajuk AMIRA serta teknologi penyiaran televisi hibrida.
Otoritas pendidikan Kepri menegaskan bahwa seluruh produk inovasi yang dipresentasikan dalam forum ini tidak boleh berhenti pada pemenuhan aspek penilaian kompetisi administratif semata, melainkan wajib direplikasi oleh sekolah-sekolah lain.
Disdik Kepri menaruh harapan besar agar ajang persiapan menuju IGA 2026 ini dapat menjadi wadah bertukar praktik baik (good practices) guna membentuk kultur kerja aparatur sekolah yang lebih adaptif dan kompetitif.
Dengan lahirnya ragam solusi kreatif yang murni berakar dari kebutuhan harian sekolah, kualitas layanan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau diyakini akan terus meningkat secara linier dan mampu bersaing di kancah nasional.
![]()












