Putrakepri.com, Anambas–Ultimatum yang dilontarkan kepada Camat Jemaja dan Camat Jemaja Timur dari ribuan masyarakat dalam mendesak pemerintah segera melakukan tindakan untuk memerdekakan arus listrik yang dialami selama ini, Abdulah Sani dan Mardison kedua pejabat kecamatan tersebut mendatangi petinggi PLN Kepri dan Gubernur Kepri, Selasa (14/2/2023).
“Kami ini didesak pak Gubernur dari masyarakat, sebab listrik di Letung sudah sangat memprihatinkan dan butuh perbaikan atau peremajaan. Listrik hanya nyala empat jam bergantian,” ungkap Abdulah Sani selaku Camat Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas ketika bertemu dengan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di rumah Gedung Daerah, Selasa (14/2/2023) malam.
Dalam pertemuan tersebut, cukup tegang awalnya, namun Gubernur Kepri bisa membawa nada santai dan akhirnya tamu dari Kecamatan Jemaja berbicara secara kekeluargaan. Semua aspirasi yang diharapkan oleh masyarakat mulai dari krisis arus listrik hingga infrastruktur lainnya.
“Tentu kita tidak menyia-nyiakan waktu ketika bertemu Gubernur Kepri. Soalnya untuk dapat jadwal pertemuan tersebut tidak juga mudah. Saya sampaikanlah unek-unek selama ini yang dibutuhkan masyarakat tentang Jemaja,” ucap dia.
Kata dia, semua aspirasi yang disampaikan kepada Gubernur Kepri ditanggapi dan direspon dengan cepat dan segera akan melakukan tindakan dengan mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku. Didalam rapat tersebut ketika Gubernur Kepri menghubungi pihak PLN dan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) agar dapat menuntaskan persoalan yang dialami masyarakat Pulau Jemaja khususnya terkait kebutuhan arus listrik.
“Arus listrik ini adalah kebutuhan dasar hidup masyarakat. Semuanya muara dari listrik, apapun itu,” ujarnya.
Sementara itu, Mardison selaku Camat Jemaja Timur juga menegaskan, dua unit mesin yang dulunya tidak bertuan, saat ini sudah menjadi aset ESDM Provinsi Kepri. Dengan adanya hal itu tentunya masyarakat berharap mesin itu bisa digunakan sebagai suport daya listrik. Hal itu memperkuat silaturahmi pihaknya ke Pemerintah Provinsi Kepri untuk menuntaskan amanah masyarakat yang diemban.
“Dengan telah berdiskusi antara pihak kami dengan PLN maka dapat titik terang terkait dua mesin itu. Bahkan kabar gembiranya Gubernur Kepri akan mengadakan mesin dan akan dihibahkan ke PLN nantinya. Itu masih butuh proses dan memakan waktu. Saat ini masyarakat sudah Ultimatum kita agar dalam waktu dekat arus listrik nyala kembali 24 jam,” jelas dia.
Dirinya juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat di Jemaja agar dapat lebih bersabar dan hal ini tentu melalui prosedur dan mekanisme dan peraturan yang berlaku.
“Sejumlah berkas telah kita sampaikan kepihak PLN Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepri. Secara lisan juga telah kita bicarakan secara langsung. Hanya menunggu tindakan nyata dari PLN saja,” tukas dia.
Dalam pertemuan bersama Gubernur Kepri itu terdiri dari Camat Jemaja, Abdulah Sani, Camat Jemaja Timur, Mardison, Indra Gunawan dari pemuka tokoh masyarakat Jemaja, Asril Masbah, Indra Syahputra dan Muhammad Qosim ikut mendampingi pertemuan tersebut. (red)
![]()






