Rahma : PKL Tidak Lagi Bayar Pungutan SP Kepada BUMD

Putrakepri.com, Tanjungpinang – Sejumlah para pedagang mengikuti sosialisasi Relokasi Pedagang Pasar Baru 1 dan 2 di Aula Asoka Ballroom Hotel Sampoerna Jaya, Kamis ( 08/09 ) siang.

Pasar yang digunakan para pedagang saat ini diketahui sudah berusia 32 tahun terdapat tiga bangunan besar, termasuk bangunan pasar yang runtuh pada beberapa waktu lalu.

Walikota Tanjungpinang Hj Rahma dalam paparannya sosialisasi pada hari ini merupakan rangkaian persiapan untuk relokasi para pedagang pasar di Km 7 belakang kantor Disdukcapil tentunya membutuhkan mekanisme transparan dan berkeadilan.

“Kami Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah mempersiapkan bangunan relokasi dan saya pastikan ini layak untuk menjadi pasar relokasi. Insyaallah seluruh pedagang yang ada termasuk PKL ( Pedagang kaki lima ) di Jalan Pasar Ikan, Lorong Gambir, Jalan Gambir dan termasuk menuju ke Plantar KUD dapat direlokasikan semuanya, ” ungkapnya.

Dalam sosialisasi tersebut sempat menimbulkan adu argumen dalam sesi tanya jawab dimana pedagang mengatakan mereka di minta membayarkan uang SP kepada BUMD Tanjungpinang. Rahma juga menegaskan kepada pedagang bahwa jangan ada lagi membayar SP karena perpindahan pedagang bukan anggaran dari BUMD tetapi anggaran dari APBD Tanjungpinang.

“Saya sudah mengajak seluruh para pedagang tidak adalagi mereka harus bayar uang SP. SP ini sebenarnya adalah identitas secara legal membuktikan bahwa dialah yang menempati lapak/kios itu, maka artinya tidak ada pembiayaan selain membayar uang bulanan saja, bulanannya tentu sudah ada selama ini yang sesuai dengan standar dari BUMD. Jadi tidak ada lagi pungutan yang namanya SP karena bangunan ini dari APBD Kota Tanjungpinang untuk relokasi. Sedangkan bangunan yang bangun sebesar Rp 80 Milyar dari APBN yang kini sedang proses,” jelas Rahma.

Masih kata Rahma, pedagang nantinya akan mulai pindah pada tanggal 1 Oktober 2022 karena mulai pembongkaran bangunan pasar akan dilakukan pada tanggal 13 September 2022 salah satunya yang pertama kali di bongkar yakni pasar ikan yang sempat runtuh beberapa waktu lalu.

“Kita pindah nanti sekitar tanggal 1 Oktober mendatang karena untuk pembongkaran kita akan laksanakan pada 13 September 2022 yang pertama kali di robohkan yakni pasar ikan yang runtuh beberapa waktu lalu,” pungkasnya.(DW)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *