Beranda Kepri Tanjungpinang Kembali BPN Kota Tanjungpinang Melakukan Pengukuran Ulang, Djodi Langsung Memasang Tanda Batas

Kembali BPN Kota Tanjungpinang Melakukan Pengukuran Ulang, Djodi Langsung Memasang Tanda Batas

0

Putrakepri.com, Tanjungpinang-Badan Pertanahan Negara (BPN) KotaTanjungpinang kembali melakukan Pengukuran ulang dan Pemetaan Kadastral ini yang kedua kalinya dilahan 46 ruko milik Haldy Chan berlantai 3 dijalan Raya Baru KM VIII arah Tanjung Uban, Rabu (7/12/22)

Menindaklanjuti permohonan pengukuran ulang tentang ketentuan pelaksanaan peraturan pemerintah no 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah bahwa pemohon wajib memasang tanda batas sebelum dilakukan pengukuran dan diminta kepada pemohon untuk menghadirkan pihak yang berbatasan atau sempadan tanah, pihak Kelurahan, RW, RT serta pihak pihak yang berkepentingan.

Menghabiskan uang negara, itulah kesan kinerja Badan Pertanahan (BPN) Kota Tanjungpinang. Buktinya, belum lagi diketahui hasil pengukuran pada 28 Oktober 2022 lalu. Hari ini, Rabu (07/12) BPN Tanjungpinang kembali melakukan pengukuran ulang dilahan yang sama. Entah berapa negara harus mengeluarkan anggaran tiap pengukuran tersebut.

Baca Juga :   Berantas Penyalahgunaan Narkoba Personil Polres Tanjungpinang Tes Urine Secara Acak

Hadir dalam pengukuran ulang tersebut Djodi Wirahadikusuma (sempadan yang tak tercantum dalam permohonan IMB), Haldy Chan, Polresta Tanjungpinang yang diwakilkan Satreskrim unit Tipidter, Dinas PUPR yang diwakilkan,Camat Tanjungpinang Timur yang diwakilkan, Lurah Air Raja Ibnu Roji, Ketua RT dan Ketua RW serta juru ukur tanah dari BPN Kota Tanjungpinang yang pernah turun kelokasi tanah dan rumah toko milik Haldy Chan di Jalan WR Supratman kilometer 8 atas, kota Tanjungpinang.

Tim turun untuk melakukan pengukuran patok batas atas pengajuan surat dari Dinas PUPR Kota Tanjungpinang.Namum hasil pengukuran yang dilakukan pada 28 Oktober 2022 lalu tak pernah disampaikan ke publik dan Djodi Wirahadikusuma tanpa alasan jelas. Padahal, hasil pengukuran itu bukan masuk dokumen negara bersifat rahasia atau sangat rahasia. Entah “kejahatan” apa yang disembunyikan BPN maupun PUPR Tanjungpinang sehingga tertutup mempublikasikan hasil pengukuran yang dibiayai negara itu.

Baca Juga :   Pesta Demokrasi Pemilihan Cagub Dan Cawabup Kepri Berlangsung Kondusif

Pengakuan Haldy Chan pemilik 46 unit bangunan ruko itu saat ditanya oleh pihak penyidik Polresta Tanjungpinang dilapangan siapa siapa saja nama dan orang yang lahannya berbatasan dengan lahannya. Haldy Chan mengaku tidak tahu dan lupa.

” Kok gak tahu siapa pemilik lahan yang bersebelahan dengan bangunan ruko ini? Coba bapak lihat di site plan kan ada nama nama nya, karena itu banti akan kita masukan dalam Berita Acara Penyidikan, (BAP),” tegas penyidik yang menerangkan kalau Haldy Chan sudah di panggil pihak polisi terkait masalah ini kemarin.

Baca Juga :   Ranperda RPJMD 2018-2023 Disahkan Menjadi Perda

Setelah melakukan pengukuran ulang Djodi langsung membangun batas lahan nya hari itu juga yang bersebelahan dengan Haldy Chan.(DW)

Artikulli paraprakDongkrak Sektor Pariwisata, Investasi dan Bisnis di Kepri, Imigrasi Luncurkan Multiple Entry Visa
Artikulli tjetërUang Terpidana Ferdy Yohanes Sebesar Rp. 7,590 M di Eksekusi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.