Kelalaian Pihak Proyek Mengakibatkan Kematian Doni Kurniawan, Masih Samar

Putrakepri.com, Tanjungpinang – Pelaksanaan perbaikan jalan yang dilakukan oleh PT Pulau Bulan Indo Perkasa (PT.PBIP) yang diduga terindikasi adanya kelalaian dalam metode keselamatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang remaja laki-laki Doni Kurniawan (18) di jalan Datuk Pakau, Tanjung Sebauk, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjung pinang pada Kamis 25 Agustus 2022 lalu hingga kini pihak Kepolisian belum menyampaikan kronologis akibat kejadian tersebut.

Saat di konfirmasi, Kasatlantas Polresta Tanjungpinang AKP I Made Putra Hari Suargana melalui Kanit Laka Lantas AKP Syaiful Amri mengatakan jika sudah melakukan olah TKP dan hingga saat ini belum bisa menetapkan tersangka dari kejadian tersebut.

” Saat kejadian itu, kami langsung melakukan olah TKP dan sekarang kita masih mendalami penyelidikan. Untuk saat ini korban diduga melanggar rambu-rambu yang sudah dipasang oleh pihak proyek,” jelasnya, Senin ( 29/08/2022 ).

Selanjutnya Kanit Laka Lantas AKP Syaiful Amri menambahkan jika rambu-rambu yang digunakan dan di dokumen itu jelas memang berbeda, namun pihak kepolisian benar mengaku bahwa pengerjaan jalan tersebut sudah menerapkan metode keselamatan.

” Kami mengakui jika memang adanya rambu-rambu yang dipasang, walaupun hanya hanya sebatas lampu kecil. Jika benar dugaan kelalaian itu ada, maka pihak proyek akan dikenakan hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara,” pungkasnya

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang, Rodi Yantari saat dikonfirmasi mengucapkan ” turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan, kami berharap dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Menyangkut nyawa seorang warga Rodi tidak mau banyak bicara alasannya takut salah ngomong dan ada ketersinggungan dari pihak keluarga. Dan ini menjadi pembelajaran untuk kedepannya, jelas kelalaian kontraktornya.

“Pihak PT sudah menyelesaikan secara kekeluargaan, sudah diberikan uang sagu hati dan sudah memberi teguran karena kekurangan rambu rambu. Seharusnya memang harus di pasang sepanjang jalan. Yang di lapangan saat ini sudah ada rambu rambu dan saya tidak mau banyak berkomentar kita tunggu dari yang berwajib, ” Pungkasnya. (DW)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *