Putrakepri.com, Tanjungpinang- Berbagai persoalan yang muncul di dinas Pendidikan Provinsi Kepri menunjukkan betapa buruk nya management tata kelola keuangan pada OPD ini. Beberapa media online menghiasi di laman beritanya tentang buruk nya kinerja pemimpin pada dinas Pendidikan Provinsi Kepri, baru baru ini wakil rakyat anggota komisi IV yang membidangi pendidikan angkat bicara terkait belum terima gaji Pegawai Tenaga Kependidikan( PTK) non ASN di Provinsi Kepri, hingga wakil rakyat melontar itu kan kata kata pedas bahwa Andi Agung belum siap jadi kepala dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Hal itu disampaikan Rosyidi selaku Ketua GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) Kepri dan menilai patut serta memberi apesiasi kepada wakil rakyat ini dalam konteks peduli akan dunia pendidikan khususnya di Provinsi Kepri.
“Khususnya masalah gaji, ini adalah masalah yang sangat krusial terlepas itu ada kesalahan pengimputan data ataupun salah penganggaran ini tidak bisa dianggap spele. Apalagi tenaga honor ini berprofesi sebagai guru yang nota bene ujung tombak pendidikan bagi anak anak kita di Kepri ini, mana mungkin mutu pendidikan kita bisa meningkat sementara hak hak pahlawan tanpa jasa ini diabaikan,” ungkapnya.
Dalam hal ini dinas pendidikan jangan melontarkan berbagai alasan dalam konteks membela diri tapi harus mencari solusi dalam mengatasi masalah ini. Terkait informasi gaji PTK non ASN akan dibayarkan setelah pengesahaan APBDP.
“Kalau menunggu APBDP berapa lama lagi PTK non ASN ini menerima gaji nya. Kenyataannya sampai sekarang mereka belum menerima hak nya apalagi mereka harus menunggu APBDP itu bisa 5 sampai 6 bulan mereka tidak menerima gaji, dalam agama juga menyuruh bayar lah upah sebelum keringat nya kering kalau seperti ini jangankan sebelum keringat nya kering sudah berkeringat lagi gaji juga belum dibayar,” tambahnya.
Informasi yang diperolah media ini banyak guru guru yang berhutang pada rekannya bahkan kepada tetangga untuk mencukupi kebutuhan nya dikarnakan beberapa bulan ini belum terima gaji. Ssalah seorang guru yang tidak bersedia di sebut kan nama nya gara gara belum terima gaji harus berhutang dikarnakan istri dan anak nya sedang sakit di Padang.
“Kondisi seperti ini, miris sekali dan sangat berdampak buruk pada ekonomi masyarakat. Perhatian pemerintah setempat, segera sikapi masalah ini. Mutu pendidikan sekolah yang berkualitas itu tergantung pada guru yang hidupnya sejahtera. Sehingga bisa menciptakan anak didik yang berprestasi,” pungkasnya.(DW)
![]()


