Beranda Kepri Ekonomi Kepri Tertinggi Diwilayah Sumatera Tumbuh 6,03 Persen di TW III 2022

Ekonomi Kepri Tertinggi Diwilayah Sumatera Tumbuh 6,03 Persen di TW III 2022

0

Putrakepri.com, – Perekonomian Kepri semakin membaik, bahkan di triwulan III ini telah tumbuh mencapai 6,03 persen (year on year/yoy). Lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2022 yang tumbuh sebesar 5,01 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi Kepri ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera, yakni sebesar 4,71 persen (yoy), bahkan juga leih tinggi dari pertumbuhaan ekonomi nasional sebesar 5,72 persen (yoy).

Jjika dibandingkan dengan seluruh Provinsi yang ada di wilayah Sumatera, Pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan III ini tercatat sebagai yang tertinggi.

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengatakan, percepatan Pertumbuhan perekonomian Kepri ini sejalan dengan proyeksi. Didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat seiring dengan semakin terkendalinya COVID-19 dan vaksinasi yang terus membaik, peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas industri pengolahan. Selain itu, ekspor-impor juga masih tumbuh, sejalan permintaan yang masih kuat.

“Kita patut bersyukur, pelan-pelan kita benahi pereknomian Kepri. Hasil kerja keras kita sejak awal, kini terlihat di triwulan III ini. Yang Penting kita bekerja dengan penuh komitmem, sabar, serius, bertanggungjawab dan berkelanjutan,” kata Ansar Ahmad, Senin (7/11).

Baca Juga :   Hasan : Relevansi Foto dengan Berita Tidak Pas, Terkait Berita Kasus PT MIPI

Kinerja positif ekonomi Kepri pada triwulan III didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha (LU) yang ada di Kepri, kecuali LU Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi. Sedikitnya ada 5 lapangan usaha yang memberikan andil pertumbuhan ekonomi Kepri, hingga tercatat tertinggi secara berturut.

Kelima lapangan usaha tersebut meliputi, LU Industri Pengolahan yang tumbuh hingga 4,87 persen (yoy), dengan andil 2,06 persen.
Kemudian LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (akmamin) tumbuh mencapai 98,36 persen (yoy), dengan andil 1,01 persen.
Selanjutnya, LU Transportasi dan Pergudangan tumbuh hingga 81,05 persen (yoy), dengan andil 0,91 persen. Adapun LU Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh 7,38 persen (yoy) dengan andil 0,58 persen. Terakhir LU Informasi dan Komunikasi tumbuh 16,53 persen (yoy) dengan andil 0,53 persen.

Akselerasi pertumbuhan utamanya didorong oleh lapangan usaha Industri Pengolahan. Sejalan dengan pertumbuhan ekspor komoditas utama yaitu produk mesin/peralatan listrik yang terus mengalami akselerasi. Adapun akselerasi pada sektor pariwisata seperti (LU Akmamin, Transportasi, dan Perdagangan) disebabkan oleh meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara dan juga didorong oleh faktor low base effect akibat outbreak COVID-19 varian delta pada triwulan III 2021.

Baca Juga :   Pemkab Bintan Siapkan 3 Milyar Rupiah

“Semuanya sektor kita dorong, namun lima lapangan usaha tersebutlah yang kita lihat memberikan andil cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri,” terang Ansar lagi.

Sedangkan perlambatan pada LU Pertambangan dan Penggalian yang terjadi di Kepri, papar Ansar disebabkan oleh menurunnya produksi migas dan turut disebabkan oleh tren penurunan harga migas global.

Adapun jika dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan III 2022 didorong pertumbuhan positif pada sebagian besar komponen pengeluaran yang meliputi Komponen konsumsi RT tumbuh 8,69 persen (yoy) dengan andil 3,50 persen,
komponen PMTB tumbuh 4,54 persen (yoy) dengan andil 1,85 persen, Komponen net ekspor tumbuh sebesar 3,00 persen (yoy) dengan andil 0,43 persen, serta Komponen Konsumsi LNPRT tumbuh 5,93 persen (yoy), dengan andil 0,01 persen. Di sisi lain, konsumsi Pemerintah masih mengalami kontraksi sebesar -0,48 (yoy), dengan andil -0,02% didorong oleh realisasi belanja pemerintah yang masih terbatas.

Baca Juga :   Bupati Bintan Tinjau Renovasi Kantor Kelurahan Kijang Kota

Akselerasi konsumsi RT sejalan dengan peningkatan mobilitas dan konsumsi dipengaruhi oleh tren pemulihan ekonomi serta didorong oleh peningkatan pendapatan masyarakat ditengah membaiknya sektor pariwisata maupun industri pengolahan. Akselerasi komponen PMTB sejalan dengan peningkatan impor barang modal untuk meningkatkan kapasitas produksi ditengah masih kuatnya permintaan ekspor produk elektronik.

“Apa yang saya sampaikan ini merupakan himpunan informasi dan data yang disampaikan oleh pihak Bank Indonesia perwakilan Kepri kepada saya selaku Gubernur. Dan sebisa mungkin kita akan terus membuat terobosan-terobosan baru agar ekonomi Kepri ini bisa terus tumbuh. Muaranya kita ingin masyarakat sejahtera,” tutup Ansar.(**)

Artikulli paraprakGubernur Ansar Menyambut Baik Program dari Kementrian BPN/Bappena
Artikulli tjetërGubernur Ansar Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.