Beranda Kepri Tanjungpinang BP2MI Tanjungpinang Menilai PMI adalah Pahlawan Devisa Bukan Korban

BP2MI Tanjungpinang Menilai PMI adalah Pahlawan Devisa Bukan Korban

0

Putrakepri.com, Tanjungpinang-Pekerja Migran Indonesia (PMI) pahlawan atau korban menjadi pertanyaan saat dilakukan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan dan Penempatan non prosedural Pekerja Migran Indonesia oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Tanjungpinang bersama pihak kantor Imigrasi kelas I Tanjungpinang serta DPW Gerhana Pro (Gerakan Hati Anak Profesional) Kepri yang merupakan
lembaga perlindungan PMI, Selasa (29/11/22).

Dengan menghadirkan para Lurah, RW dan RT yang daerahnya di ketahui tempat dijadikan pelabuhan tikus atau pelabuhan tidak resmi yang biasa dilalui para imigran ilegal di Tanjungpinang. Seperti pelabuhan di daerah Kampung Bugis, Pelabuhan Tanjung unggat, pelabuhan kampung bulang dan pelabuhan penyengat.

Baca Juga :   Jadikan Wahana Syiar Islam

BP2MI kota Tanjungpinang menilai para PMI adalah pahlawan devisa hal itu disampaikan oleh Irfan selaku Pokja, yang mengatakan terbukti di tahun ini PMI telah menghasilkan uang masuk sebesar Rp 71 triliun.

“Disitu terbukti sumbangan PMI telah menghasilkan uang masuk bagi negara. Dan fungsi kita terkait pelayanan dan perlindungan jika ada kasus korban penipuan di luar negeri bagi PMI pihak kita bisa membantu untuk menyelesaikan masalah itu. Dimana kita turut serta untuk melindungi PMI sebelum berangkat masa penetapan dan pulang, ” terangnya.

Baca Juga :   Implementasikan Nilai Al-Qur'an Kelurahan Kampung Bugis Gelar MTQ 2021

Sementara LSM Gerakan Hati Anak Profesional, Buana Fauzi Februari selaku Pengawas mengatakan agar terpantau jumlah para migran tentunya bersenigritas pihaknya bersama BP2MI untuk mendapatkan data baik itu dari pihak disnaker dan Imigrasi setempat.

“Kita juga akan ikut melakukan pengawasan bagi para migran di pelabuhan dan para migran ilegal yang masuk melalui pelabuhan tikus jika terjadi deportasi,” harapnya.

Begitu juga Gatot selaku kasi intel mewakili kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang yang juga sebagai narasumber pada acara tersebut. Menerangkan pihaknya mengeluarkan paspor sebagai dokumen resmi jika untuk dipergunakan sebagai tenaga kerja tentunya disertai surat dari Disnaker.

Baca Juga :   Pergantian Sekdako Tanjungpinang, Teguh : Belum Pernah Dilakukan Evaluasi Kinerja

“Kalau Pekerja sebagai perawat tentunya disertai sertifikat keahlian. Namun banyak warga yang membuat paspor pelancong namun digunakan sebagai migran jika terjadi masalah baru melaporkan diri kepada duta yang ada di luar negeri, yang begitu sering terjadi,” pungkasnya.(DW)

 

Artikulli paraprakTahanan Polresta Tanjungpinang Dapat Makanan Tambahan dari Warung Berkah Akhirat Polsek KKP
Artikulli tjetërGubernur Ansar Hadiri Road to Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 Wilayah I Medan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.