Putrakepri.com, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Disdik Kepri) menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan menengah kejuruan di wilayah Batam. Tahun 2026 mendatang, pemerintah provinsi berencana membangun dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) baru di kota industri terbesar di Kepri tersebut.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan klasik yang terus berulang setiap tahun, yaitu keterbatasan daya tampung siswa saat penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Dr. Andi Agung, mengatakan bahwa dua sekolah tersebut akan dibangun di dua titik penting, yakni kawasan Tanjung Uncang dan Bengkong.
Menurutnya, dua wilayah itu dipilih karena memiliki konsentrasi penduduk usia sekolah yang tinggi, sementara jumlah sekolah negeri yang tersedia masih terbatas.
“Setiap tahun banyak calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri karena keterbatasan ruang belajar.
Pembangunan dua SMK baru ini diharapkan menjadi solusi agar lebih banyak anak-anak Batam bisa bersekolah di sekolah negeri,” ujar Andi Agung
Ia menjelaskan, pembangunan kedua sekolah ini akan dimulai dari penyediaan ruang kelas belajar terlebih dahulu. Tahap awal difokuskan pada penampungan siswa baru agar proses belajar bisa segera berjalan.
Selanjutnya, pembangunan fasilitas pendukung seperti laboratorium, ruang praktik, dan ruang keterampilan industri akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran.
Disdik Kepri memastikan desain pembangunan kedua SMKN ini akan menyesuaikan dengan standar pendidikan kejuruan modern yang berorientasi pada dunia industri dan dunia kerja (DUDI).
“Konsep SMK sekarang bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi bagaimana sekolah itu bisa benar-benar mempersiapkan siswa untuk siap bekerja. Oleh karena itu, kami akan melibatkan mitra industri sejak awal,” jelas Andi Agung.
Selain pembangunan sekolah baru, Dinas Pendidikan Kepri juga tengah menyalurkan program revitalisasi pendidikan di sejumlah sekolah menengah atas di provinsi ini.
Tahun ini, beberapa sekolah di Kepri memperoleh bantuan dana revitalisasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbaiki ruang belajar dan meningkatkan fasilitas pendidikan di berbagai satuan pendidikan, termasuk SMAN 29 Batam dan SMAN 1 Selat Gelam di Kabupaten Karimun.
Menurut Andi Agung, program revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar di sekolah-sekolah negeri di seluruh wilayah Kepri.
“Ke depan kami juga akan mengajukan bantuan tambahan ke pusat untuk melengkapi sarana dan prasarana pendidikan di dua SMA baru ini,” tambahnya.
Ia menyebut, koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus diperkuat agar pembangunan dan pengembangan fasilitas pendidikan di daerah kepulauan tetap mendapatkan prioritas perhatian.
Andi Agung menilai, tantangan geografis Kepulauan Riau yang tersebar di banyak pulau membutuhkan strategi khusus dalam pemerataan layanan pendidikan.
Karena itu, pembangunan dua SMK baru di Batam dinilai sebagai langkah nyata dalam menekan ketimpangan akses pendidikan antarwilayah di provinsi tersebut.
“Batam menjadi barometer pendidikan menengah di Kepri. Jika kebutuhan pendidikan di Batam bisa terpenuhi, maka efeknya akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di daerah lain,” ujarnya.
Dengan pembangunan ini, Dinas Pendidikan berharap semakin banyak generasi muda Kepri yang memiliki kompetensi kejuruan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di era industri dan digital saat ini.
“Langkah ini bukan hanya tentang menambah jumlah sekolah, tetapi tentang menyiapkan masa depan anak-anak Kepri agar bisa bersaing dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tutup Andi Agung.(pk)
![]()



