
Putrakepri.com, Tanjung pinang – Pemadaman listrik pada malam hari di Tanjungpinang dan Bintan tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan. Risiko kecelakaan meningkat ketika lampu lalu lintas di persimpangan padam, sementara petugas pengatur arus kendaraan tidak terlihat berjaga.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan, Ilham Bani Arrasyid, meminta kepolisian dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan selama pemadaman listrik, terutama pada malam hari di persimpangan dengan arus kendaraan padat.
“Ketika lampu lalu lintas mati dalam kondisi jalan gelap, risiko kecelakaan meningkat karena pengendara kehilangan panduan untuk melintas dengan aman. Kami meminta kepolisian hadir dan melakukan pengaturan lalu lintas di persimpangan yang terdampak, terutama pada malam hari,” tegas Ilham.
Menurutnya, penanganan dampak pemadaman listrik tidak boleh hanya berfokus pada pemulihan pasokan listrik. Keselamatan masyarakat di jalan raya juga harus menjadi perhatian serius. Tanpa pengaturan lalu lintas yang memadai, persimpangan berisiko menjadi semrawut dan meningkatkan potensi tabrakan, baik antarkendaraan maupun yang melibatkan pejalan kaki.
Karena itu, HMI mendorong kepolisian berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) dan instansi perhubungan untuk memetakan persimpangan yang terdampak pemadaman. Petugas juga perlu ditempatkan pada titik-titik rawan sesuai kebutuhan guna memastikan arus kendaraan tetap terkendali selama lampu lalu lintas tidak berfungsi.
Ilham menegaskan, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini agar masyarakat tidak menghadapi risiko keselamatan di tengah kondisi jalan yang gelap. Kehadiran petugas di lapangan dinilai penting untuk memberikan panduan kepada pengendara sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan.
“Jangan sampai masyarakat harus menghadapi dua persoalan sekaligus: pemadaman listrik dan ancaman keselamatan di jalan. Kami berharap aparat tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan untuk turun melakukan pengaturan. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas,” tutupnya. (Red)
![]()

