Beranda Kepri Tanjungpinang Perusahaan Produk Prendjak di Laporkan Polisi, Dugaan Buang Limbah B3 di...

Perusahaan Produk Prendjak di Laporkan Polisi, Dugaan Buang Limbah B3 di Lingkungan Warga

0

Putrakepri.com, Tanjungpinang-Masalah limbah PT Panca Rasa Pratama, sudah lama sekali sejak tahun 2018 melakukann pembuangan limbah sudah berlangsung jadi sepertinya muncul nanti hilang lagi muncul lagi hilang lagi ketika ada permasalahan di kejar nanti selesai dalam beberapa hari beberapa bulan itu nanti akan muncul kembali yang jelas limbah jatuh berwarna hitam yang mengalir di perairan rumah rumah warga sekitarnya.

Hal itu disampaikan oleh M Muklis Basyir selaku ketua RW 8, kilometer 8 daerah Lurah Air Raja. Diketahui beberapa hari lalu warga mengambil gambar air yang mengalir di daerah itu berwarna hitam dan berbabu di duga pembuangan limbah B3 yaitu berwarna, berbau dan beracun. Atas arahan walikota Tanjungpinang Hj Rahma agar diselesaikan secepatnya masalah ini.

“Jelas itu sudah kena unsur-unsur, karena memang limbah itu berbau dan kemudian berwarna hitam sekali seperti oli hasil pertemuan dan pengakuan dari pada pihak perusahaan dalam hal ini dilakukan oleh direktur berapa kali pertemuan beliau mengatakan itu adalah limbah kecap dari perusahaan Panca Rasa.Pratams. Beberapa warga yang terdampak di RW 8 itu ada 300 lebih kepala keluarga jadi mengaliri di belakang belakang rumah warga,” terangnya saat dijumpai media di Malpolresta Tanjungpinang, Jumat (18/11/22).

Baca Juga :   Tumbuh Kembangkan Keberkahan Di Bumi Kepri

Pihak DLH, Lurah Air Raja, RW dan RT mendatangi kantor Polresta Tanjungpinang dan langsung menghadap wakapolresta Tanjungpinang AKBP Arif Robby Rahman. SH ditanggapi untuk membuat laporan resmi agar ditindak lebih lanjut, agar itu menjadi pijakan dasar awal untuk adanya penindakan dan mencari apa solusinya.

“Air limbah yang mengalir kemudian dari sisi parit yang mengaliri warga itu digunakan untuk beraktivitas sebagian warga kita, anak-anak kita juga sering bermain disaat Air lagi tinggi pasang anak-anak suka berenang. Kita sudah melaporkan ke pihak DLH dan sudah beberapa kali mengambil sampel itu. Baru semalam jadi memang jujur saya sedikit agak kecewa, Terus terang dalam hal ini dilihat dulu pernah saya sempat agak marah juga karena alasan pengambilan sampel yang diambil tidak sesuai prosedur,” tambahnya

Modus pihak perusahaan yang mereka lakukan selama ini jika ada keluhan warga mereka langsung datangkan air tangki untuk menyiram. Dan diketahui tempat muara dibalik itu dialiri sumber air yang banyak ada dua arah pertama dari arah RW 1 dekat wisma pesona, dan dekat Asrama Polisi itu Parit nya aliran yang mengalir di wilayah menjadi tempat bermuaranya air limbah itu selalu dibawa dengan air. Berdasarkan petunjuk langsung dikawal oleh Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma mengatakan agar masalah ini segera dibuatkan laporan agar nanti pihak-pihak terkait bisa Menindaklanjuti.

Baca Juga :   Kala Musika II Lebih Ramai Puisi dan Musisi, Berlangsung Dua Hari 21-22 Oktober 2022

Saat ini perusahaan melakukan mengembangkan pabrik yang baru dan sempat terjadi penutupan pada waktu itu ada limbah B3 ditangani Polda pada waktu itu dan kita tidak tahu selanjutnya namun diketahui perusahaan itu beroperasi kembali.Tepatnya wilayah itu sekarang berada di RT 3 RW 1 jadi dampaknya itu kepada dua wilayah RW 1 dan RW 8 kelurahan Air Raja Kecamatan Tanjungpinang Timur.

“Kurang pasti apa saja yang diproduksi pabrik tersebut yang kami ketahui produk kecap, minum minuman, teh dan Indome merek prendjak. Karena kita tidak pernah diajak untuk berdiskusi jadi kita nggak tahu tapi yang kami tahu yang jelas kecap merek prendjak itu aja selebihnya kita kurang jelas berapa banyak yang pasti banyak produk,” tambahnya.

Baca Juga :   Rahma Kembali Distribusikan Kartu LPG di Tiga Pangkalan

Sementara Lurah Air Raja Ibnu Roji mengatakan karena masalah ini sudah menjadi titik jenuh bagi masyarakat dan karena sudah sekian kalinya laporan dalam satu tahun itu bahkan sudah melaksanakan kegiatan dari pabrik yang menyalahi aturan dan dilihat dari substansi pada kegiatan pabrik yaitu membuang suatu cairan diduga cairan tersebut merupakan limbah.

“Jadi kami berharap dari pihak owner yaitu Bandi agar bisa memberikan apa solusi yang baik. Dan pengakuan dari DLH Kota Tanjungpinang hingga kini belum ada tempat penampungan air limbah sehingga bisa keluar menjadi air yang netral. Jadi kami mengharapkan pemerintah memutuskan yang terbaik agar tidak merugikan masyarakat. Bagaimanapun ada selektivitas antara pengusaha dengan pemerintah. Setiap Manusia tidak ada yang kebal dengan hukum,” pungkasnya.(DW)

 

Artikulli paraprakDispen Kota Tanjungpinang Gelar Pelatihan Peningkatan Mutu 120 Guru Paud HI
Artikulli tjetërHarumkan Institusi, Briptu Almy Raih Peringkat Pertama Event Tour De Muaratakus

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.