Beranda Kepri Batam Strategi Targeting dan Cyber Surveilance (Crawling) Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Peredaran...

Strategi Targeting dan Cyber Surveilance (Crawling) Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal

0

Putrakepri.com, Batam – Tim Bea Cukai Batam berhasil melakukan cyber surveilance (crawling) bersama Bea Cukai Madiun. Berdasarkan hasil crawling Bea Cukai Batam pada tanggal 11 Januari 2021, Bea Cukai Madiun menemukan kembali rokok ilegal sebanyak 40 bungkus rokok jenis SKM isi 20 batang merk “FAJAR BOLD” tanpa dilekati pita cukai pada Rabu, (19/01 ).

Selama periode Agustus 2021 hingga 16 Januari 2022, Bea Cukai Batam berhasil melakukan 87
penindakan terhadap barang berupa narkotika, obat-obatan tertentu (OOT), minuman mengandung etil
alkohol (MMEA) ilegal, dan rokok ilegal menggunakan metode targeting dan crawling dalam melakukan penindakan.Penindakan tersebut berhasil menangkap sebanyak 311,31 gram narkotika, 800 butir OOT,
47.350 ml MMEA Ilegal dan 177.960 batang rokok Ilegal.

Baca Juga :   Polda Kepri Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Seligi 2021

Rincian jenis barang hasil penindakan terhadap narkotika, OOT, MMEA ilegal, dan rokok ilegal adalah sebagai berikut:

1. Synthetic Cannabinoid: 309,2 gram
2. MDMB-4en-PINACA(Bibit): 2,11 gram
3. Tramadol HCI: 630 butir
4. Aprozoam: 20 butir
5. Clonazepam: 50 butir
6. Trihexyphenidyl: 100 Butir
7. MMEA Ilegal: 78 botol @600ml
8. HT Ilegal: 177.960 batang.

“Lokasi penindakan tersebut bervariasi ya, mulai dari bandara, pelabuhan, laut, tempat penimbunan
sementara, hingga via barang kiriman berhasil kami tangkap,” jelas Kepala Seksi Layanan Informasi Bea dan Cukai Batam, Undani.

Baca Juga :   Fraksi PKB minta Gubernur Bersabar Soal Perombakan Kabinetnya

Penyelundupan narkotika dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/ penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum
Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).

“Terhadap pelanggaran MMEA dan rokok ilegal tentunya ditindaklanjuti sesuai dengan pasal 54 dan 56
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan pasal 71 ayat 2 huruf (b)
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan
Perdagangan Bebas,” pungkas Undani.

Baca Juga :   Gubernur Resmikan Mushola Al Amin di Kampung Batu Besar Batam

Keberhasilan Bea Cukai Batam dalam mengamankan barang-barang terlarang tersebut merupakan komitmen Bea Cukai Batam untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya yang
dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat.(joen)

Artikulli paraprakGubernur Kepri Dampingi Menkumham Hadiri Hari Bhakti Imigrasi ke-72
Artikulli tjetërGubernur Kepri Dampingi Menkumham Hadiri Hari Bhakti Imigrasi ke-72

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.