Beranda Kepri Tanjungpinang Sempena HUT Kota Tanjungpinang, Pemko Tanjungpinang Gelar Doa Bersama

Sempena HUT Kota Tanjungpinang, Pemko Tanjungpinang Gelar Doa Bersama

136
0

Putrakepri.com, Tanjungpinang – Sempena HUT Kota Tanjungpinang ke 238. Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan doa bersama di halaman lapangan Pamedan, Kamis ( 06/01/22 ).

Dalam kegiatan ini diawali dengan penampilan group marawis dari SMP 7 dan SMP 10 dengan membawakan berbagai lantunan religi. Dengan di isi tausyiah agama oleh Ustad Dedi Sanjaya.

Sambutan Walikota Tanjungpinang Hj Rahma SIP mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama sama berdoa dengan harapan khususnya pandemic Covid-19 yang di hadapi bisa segera usai.

Baca Juga :   Cegah Covid-19 Kapolres Tanjungpinang Bersama FKPD Launching Lima Kampung Tangguh

” Seluruh jajaran unsur FKPD tokoh masyarakat dan masyarakat yang hadir pada malam hari ini mari kita bersama-sama waktu berdoa kehadiran Allah subhanahu wa ta’ala agar kota yang kita cintai ini bisa segera terhindar dari segala marabahaya terutama pandemic covid-19 belum selesai saat ini, ” terang Rahma.

Dalam tausiyahnya Ust Dedi Sanjaya mengatakan tema pada malam ini adalah hidup dalam kebhinekaan menuju masyarakat Madani, tema tersebut ada terdapat oleh MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) yakni modernisasi dalam beragama.

Baca Juga :   Pemprov Kepri Mendukung Penuh Peningkatan SDM Pegawai, Institusi Pendidikan Dan Industri

” Tema ini jika salah konsep pemahamannya bisa terpecah belah, bisa hancur dan lainnya. Kita melihat sejarah piagam Madinah dimana dulunya Kota Madinah bernama Kota Yastrib terdapat berbagai macam aliran agama sehingga hadirnya Nabi Muhammad Saw dikumpulkan seluruh pemuka agama agar saling tolong menolong dan bahu membahu secara bersama,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Ust Dedi jadilah sikap toleransi yang di contohkan oleh Nabi Muhammad Saw kepada orang yang membencinya sampai bisa masuk dalam agama Islam.

Baca Juga :   Danlantamal IV Lepas 70 Orang Caba dan Cata PK TNI AL Gelombang I TA 2021

” Jangan bilang Islam itu agama yang radikal, Islam teroris, akan tetapi Islam adalah agama yang bertoleransi, Islam mengajarkan kebhinekaan. Dalam piagam Madinah ada lima batasan yakni Nabi Muhammad menyampaikan jangan pernah menghina agama karena agama itu sakral, jangan rendahkan kitab suci, tidak boleh menghina nabi dalam agama apapun, tidak boleh melecehkan tempat ibadah agama apapun, jika hal ini di lakukan maka akan timbul namanya persatuan dan kesatuan serta keadilan yang merata, ” pungkasnya.(Joen)

Artikel sebelumyaMembatik Jadikan Anak Penyandang Disabilitas Lebih  Mandiri
Artikel berikutnyaPerdana, Rahma Kirimkan 1.000 Surat Untuk Anak Berprestasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.