Beranda Kepri Tanjungpinang Debt Colector Kota Tanjungpinang Mulai Unjuk Taring

Debt Colector Kota Tanjungpinang Mulai Unjuk Taring

42
0

Putrakepri.com, Tanjungpinang – Tanggungan Kredit yang dimiliki setiap orang yang memiliki tanggung jawab kredit kendaraan bermotor tentunya berhadapan dengan pihak Debt Colector, namun pada masa pandemic ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperpanjang relaksasi restrukturisasi kredit selama satu tahun.

Namun, ada banyak juga dari leasing yang tidak memahami dengan kondisi serba kesusahan pada masa Covid 19 yang belum jelas kapan berakhirnya. Sehingga sebagai debitur atau costumer di wajibkan untuk membayar angsuran pokok kendaraan setiap bulannya.

Salah satunya adalah Mega Central Finance (MCF) cabang Tanjungpinang ini terus mendesak para costumer untuk melunasi angsuran pokok jika tidak bisa dilunasi maka kendaraan wajib di titipkan ke kantor sebagai bahan jaminan.

Baca Juga :   Pemko Resmi Operasikan SWRO Batu Hitam

“Kami ini juga kerja yang namanya kerja kami dikejar oleh target dan ditekan oleh pimpinan. Apabila motor dititipkan itu sudah resiko costumer sesuai dengan perjanjian, jika kita butuh kendaraan kewajiban kita untuk membayar setiap bulan, ” ujar salah seorang petugas MCF di Tanjungpinang dengan nada tegas

Kendaraan yang dititipkan ke kantor akan bisa diambil kembali oleh costumer apabila telah melunasi tunggakan yang di alaminya.

” Sekarang ada satu rekan kita yang menjadi korban dikeluarkan dari kantor karena pekerjaannya tidak mencapai target. Kita sama sama enak kalau costumer berkomunikasi dengan baik kita pun bisa bantu, ” lanjutnya.

Baca Juga :   Oktavio Bintana Lakukan Reses Pertama di Kampungnya Sendiri

Berbeda dengan debt colector inisial MN ini mengatakan kepada costumer dirinya siap jadi jaminan jika kendaraan yang dititipkan terjadi masalah di kantor.

” Motor itu dititipkan saja ke kantor tidak akan apa apain disana kalau sudah ada uang muka baru bisa di ambil, inikan masalah angsuran pokok kalau denda bisa dikesampingkan saja yang penting kita membahas kewajiban saja, ” ujarnya.

Sementara itu costumer yang menjadi korban IDR mengaku agak kesal dan kecewa dengan perlakuan dari MCF karena menurutnya mereka hanya mementingkan pekerjaan mereka saja agar bisa mencapai target.

Baca Juga :   Danlantamal IV Pimpin Serah Terima Jabatan Wadanlantamal IV

” Memang saya memiliki tunggakan tapi kan karena kondisi pandemic yang belum usai sehingga perekonomian menjadi macet, tapi mereka menagihnya tidak kenal waktu bahkan mereka datang sempat datang kerumah saya pagi, siang malam. Mereka pun sering menghubungi saya tiap waktu tapi setelah motor di titipkan nomor Wa nya langsung di block,” tutur Korban. (Erlangga)

Artikel sebelumyaHanya Waktu 6 Jam Satresnarkoba Polres Tanjungpinang, Meringkus 3 Tersangka Diduga Jaringan Narkoba
Artikel berikutnyaPemprov Kepri Mendukung Penuh Peningkatan SDM Pegawai, Institusi Pendidikan Dan Industri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.