Beranda Kepri Batam Simpan Sabu Dalam Dubur, Penumpang Ini Diamankan BC

Simpan Sabu Dalam Dubur, Penumpang Ini Diamankan BC

60
0

Putrakepri.com, Batam-Calon penumpang pesawat rute Batam-Surabaya-Lombok berupaya menyelundupkan narkotika jenis sabu dengan di masukan didubur, dikemas dengan tiga bungkus plastik berisi total 301,4 gram sabu di dalam duburnya.

Namun pihak Bea Cukai Batam berhasil mengamankan Pria inisial A (35) calon penumpang pesawat rute Batam-Surabaya-Lombok yang berusaha menyelundupkan tiga bungkus plastik berisi total 301,4 gram sabu di dalam duburnya, Jumat (29/10/21)

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Zulfikar Islami menyampaikan bahwa penumpang tersebut diamankan di Terminal
Keberangkatan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Minggu, (3/10/2021).

Baca Juga :   Agar Tepat Waktu dan Sasaran

“kronologi, pada Minggu, 3 Oktober 2021 sekitar pukul 05.45 WIB petugas Bea
Cukai Bandara Hang Nadim melakukan kegiatan profiling terhadap penumpang Pria inisial A,” ujar Zulfikar.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang tersebut dan melakukan proses wawancara, dari hasil wawancara ia mengaku mengonsumsi sabu dan
mengakui membawa sabu yang disembunyikan di dalam duburnya.

“Petugas kemudian membawa penumpang tersebut ke Rumah Sakit Awal Bros untuk dilakukan rontgen dan hasilnya benar ditemukan 3 barang bukti bungkusan plastik disembunyikan di dalam dubur yang bersangkutan,” papar Zulfikar.

Baca Juga :   Isdianto: Perhatikan Harga dan Kesegaran Bahan Jualan

Petugas kemudian uji narcotest untuk memastikan kandungan dari isi bungkusan plastik tersebut.

“Dari hasil narcotest diketahui bahwa isi bungkusan tersebut positif narkoba jenis
Sabu/Methamphetamine,” ujar Zulfikar.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut.

“Penyelundupan narkotika dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati / penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling
lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah),” pungkas Zulfikar.(Joen)

Artikel sebelumyaSpirit Sumpah Pemuda, Menginspirasi Wartawan Kepri Deklarasi Forum Wartawan Maritim
Artikel berikutnyaKadisdik Kepri M. Dali : Tidak Ada Ditemukan kasus Baru Selama Pembelajaran Tatap Muka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.