Beranda Kepri Bintan Kapal Pukat Harimau Merajalela, Aparat Harus Bersikap Tegas

Kapal Pukat Harimau Merajalela, Aparat Harus Bersikap Tegas

95
0

Putrakepri.com, Bintan – Belakangan ini Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, sering menemukan kapal pukat harimau (trawl) beraktivitas di perairan Pulau Numbing dan di perairan Pulau Gentar, Kabupaten Lingga.

Syukur Harianto selaku ketua KNTI Bintan mengatakan aktivitas nelayan menggunakan pukat harimau itu pastinya meresahkan nelayan tradisional di daerah setempat apa lagi jumlahnya tidak sedikit, Rabu (20/10/21)

“Pukat harimau tidak hanya merusak terumbu karang melainkan juga mengancam kepunahan ekosistem ikan,” Ujar Hariyanto.

Akibatnya, produktivitas nelayan tradisional di Perairan Pulau Numbing, Bintan, dan Pulau Gentar jauh menurun.

Baca Juga :   Goro Gabungan Antar Ormas Bintan Cor Pondasi Ponpes Tahfidzul Quran Al Hasan

Ada sebanyak 20 kapal pukat harimau yang sudah kami identifikasi berdasarkan laporan nelayan rata-rata kapal tersebut, katanya, memiliki kapasitas 10-12 GT dengan ukuran panjang sekitar 20 meter. Kapal itu dapat menampung beban sekitar 10 ton.

“Kapal-kapal itu, sandar di tempat yang jauh dari aktivitas nelayan tradisional, namun masih di Perairan Bintan dan Perairan Tanjungpinang” Lanjutnya

“Kapalnya cukup besar, dengan intensitas kerusakan ekosistem di laut cukup tinggi jika tidak segera dihentikan,” Tambahnya

Ia mengatakan aktivitas kapal pukat harimau itu secara terselubung, bahkan pemilik kapal pukat harimau itu membuat seolah-olah kapal tersebut hanya memiliki jaring biasa dan bubuh.

Baca Juga :   Lapas Kelas IIA Tanjungpinang Budidaya Ikan Langkah Motivasi Terapi Napi Produktif

Bagi nelayan tradisional tidak sulit mengidentifikasi kapal pukat harimau, kalau kita lihat sekilas seperti kapal biasa, tampak jaring dan bubuh.

“Permasalahan aktivitas pukat harimau tersebut sudah disampaikan kepada berbagai instansi yang berwenang.” tukasnya.

Para Nelayan berharap permasalahan ini segera diselesaikan untuk kepentingan nelayan tradisional Bintan dan Lingga. (Erlangga)

Artikel sebelumyaDewi Kumalasari Ansar Bertekan Memulihkan Ekonomi Natuna Melalui Dekranas
Artikel berikutnyaGubernur Resmikan Listrik Masuk Desa di Dua Dusun di Natuna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.