Beranda Kepri Karimun Linda Theresia SH Kuasa Hukum dari Pak Selamat surati Presiden dan Kapolri

Linda Theresia SH Kuasa Hukum dari Pak Selamat surati Presiden dan Kapolri

42
0

Putrakepri.com, Karimun – Linda Theresia SH Kuasa Hukum dari Pak Selamat akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri. Pasalnya Praktisi Hukum ini, resah dengan maraknya aksi mafia tanah yang telah merampas lahan milik Kleinnya.

Bahkan lebih kesal lagi ketika Pengacara ini melihat sejumlah plang berwarna kuning yang bertuliskan “Tanah ini di Kuasai oleh Kelompok Masyarakat didampingi team Jokowi Centre” berdiri tegak di lahan milik Kleinnya di Kampung Tengah Pangke Barat II RT 002 dan RT 003 RW 001 Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

“Penggarap ini  seakan-akan mereka yang menjadi korban serta menumpahkan kesedihannya dan mengadu ke Team Jokowi Center untuk mendapat perhatian. Kemudian melakukan pemasangan plang tersebut,”terangnya.

Lanjutnya, Diduga para penggarap tersebut dibekingi team Jokowi Center untuk menakut-nakuti klein pemilik tanah agar pergi dari tanahnya sendiri? Sebagai Kuasa Hukum pak Selamat dan Saudara-saudarinya, kami memberikan perlindungan hukum dengan menyurati Presiden RI dan Kapolri.

Baca Juga :   Resmikan PPKS, Isdianto Harapkan Terwujudnya Keluarga Sejahtera

“untuk mempertanyakan adanya Plang Relawan Jokowi Center diatas tanah milik klien Kami,”. ucap Linda, Jumat (1/10/2021).

Linda juga menuturkan, bahwa Kleinnya memiliki alas hak atas tanah yang dikuasai keluarganya secara turun menurun.

“Perlu diketahui bahwa Klien kami memiliki surat alas hak Tahun 1996 dan belum pernah dijual. Namun belakangan lahan yang dimaksud diklaim para Penggarap.” Tuturnya.

Mereka ini (Penggarap) berkelompok dan terorganisir untuk menguasai tanah klien kami. Awalnya pura-pura tanam ketika tidak ada yang menegur makin luas yang ditanam. Kemudian para penggarap makin lama langsung mengklaim bahwa tanah tersebut adalah tanah terlantar, tanah negara jadi boleh mereka kuasai dan miliki,” papar Linda.

Sementara itu, Pihak pemerintah desa setempat tidak mengetahui siapa yang memasang Plang tersebut. Saat dikonfirmasi oleh beberapa wartawan, PJ Kepala Desa Pangke, M. Thamrin mengatakan, sampai saat ini tidak ada pemberitahuan kepada Perangkat Desa terkait adanya pemasangan plang tersebut.

Baca Juga :   Tahfiz Al Quran, Jadikan Masyarakat Agamis

“Tidak ada melapor kepada kita , seharusnya kita perangkat desa disini ada pemberitahuan dari mereka tentang pemasangan plang itu,” kata Kades Pangke Barat.

Namun, Thamrin tidak menampik jika permasalahan penyerobotan lahan terjadi di wilayahnya. Tak sedikit tanah milik Keluarga Selamat yang tiba-tiba diklaim kepemilikannya oleh orang lain. Itu yang sekarang menimpa warganya.

Dijelaskan Thamrin, kronologisnya lahan disini kami sudah mengetahuinya bahwa lahan ini milik anak almarhum Asiong yaitu Selamat. Legalitasnya, semua sudah ada dan sudah lengkap.

“Sudah ada surat-surat pendukung kepemilikan lahan tersebut. Termasuk, ahli warisnya salah satunya Selamat. Cuman, kendalanya sebagian masyarakat yang masih belum mau duduk bersama untuk menyelesaikan perselisihan lahan itu,” terangnya.

Tidak hanya Perangkat Desa yang mengakui lahan tersebut milik Selamat, beberapa warga hadi dan Johanes Pieter tokoh masyarakat Desa Pangke juga menjelaskan, dahulu Asiong yang punya tanah ini masih tinggal disini dan sekarang terlihat dengan jelas dilokasi ini masih ada tanaman dan bekas bangunan rumahnya masih ada hingga kini.

Baca Juga :   Mari Bersama Jaga Keindahan Wisata Dompak

Peristiwa penyerobotan itu terjadi sekitar tahun 2000 an silam. Namun, tidak mengetahui secara persis siapa-siapa saja orang yang menyerobot dengan berdiri bangunan diatas tanah tersebut.

“Soalnya, yang menyerobot saat itu kebanyakan orang luar. Bukan dari warga disini,” terang Pieter yang mengetahui asal usul lahan tersebut.

Ia menyebutkan, penggarap-penggarap yang dulunya itu menjual kepada penggarap yang ada disini. Jadi, kebanyakan tanah ini sudah sampai tiga hingga enam kali dibeli. Dan, sudah banyak yang ganti orang disini, tukasnya.

“Dari tahun 1996 saya sudah ada disini. Sepengetahuan saya sejak masuk disini, tanah ini milik almarhum Asiong dan Selamat salah satu ahli waris yang tidak lain anak almarhum Asiong,” tutup Piter sebagai tokoh masyarakat Desa Pangke.(**)

Artikel sebelumyaLayanan Hukum Gratis, Ada di LBH TNN Kepri
Artikel berikutnyaLaka Lantas Tunggal, Pengemudi Kaget Hantam Lampu Jalan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.