Beranda Kepri Lourence Takke Mengaku di Rugikan Dua Kali Oleh Nguan Seng

Lourence Takke Mengaku di Rugikan Dua Kali Oleh Nguan Seng

97
0

Putrakepri.com,Tanjungpinang- Pengadilan Negeri Tanjungpinang menggelar sidang lanjutan tersangka Nguan Seng (82) kasus penipuan dan penggelapan. Acara pemeriksaan para saksi. Seharusnya para saksi yang di panggil lima orang namun dikarenakan tiga orang saksi dinyatakan sakit dan tidak dapat hadir pada persidangan, Senin (14/6/21).

Saksi korban Lauoren M Takke di hadirkan dipersidangan karena pada tahun 2019 membeli lahan milik Nguan Seng. Pada saat itu saksi tidak kenal dengan terdakwa dan melalui Roki membeli lahan milik terdakwa di lokasi bibir pantai untuk membangun pelabuhan.

Saksi juga mengaku dilakukan pertemuan di potong lembu dan terjadilah tawar menawar dan Deal lah kesepakatan harga. Nguan Seng datang bersama pengacaranya Tomi. Yang akan menjual tanah seluas 12 hektare di lokasi gunung Kijang, lokasi pinggir jalan menuju bibir pantai.

“Lahan itu saya mau kembangkan menjadi wisata dan saya butuh pelabuhan untuk membangun antar pulau-pulau. Saya minta sebelum terjadi transaksi meminta pembuktian berkas. Berkas surat tanah ada sama Tomi lengkap katanya, dan rencana akan bertemu di notaris,” jelasnya.

Baca Juga :   Program Kegiatan Harus Selaras dengan RPJMD

Pertemuan di notaris sepakat pembayaran atas tanah itu sebanyak tiga kali pada bulan Mei, Juni dan Agustus 2019. Saksi bersama Sri, Suratman, Tomi, Nguan Seng dan istrinya bertemu di kantor Notaris. Pada saat itu ternyata lahan itu hanya 9 Hektar. Tapi korban tidak mempermaslahakan asal lokasi lahan itu dibibir pantai.

“Awalnya saya menerima dua surat SKT atas nama Yanche dan Zukri. 225 ribu permeter seluas 3 hektare. Dan terima tiga surat SKT lainnya foto copy awalnya saya menolak, namun alasan Nguan Seng akan mengurus surat aslinya secepatnya yaitu selama tiga bulan. Karena ada tulisan pada surat itu bahwa surat aslinya hilang dan bisa di urus,” makanya saya percaya.

Baca Juga :   Selasa, Konferwil PWI Pinang - Bintan Digelar

Saksi juga mengatakan mau membeli lahan seluas 12 hektare dengan total 20 millyar membawa uang dari Jakarta, karena mau mengembangkan pelabuhan. Namun hanya dapat membeli lahan seluas 3 hektare senilai 6,7 dari Nguan Seng. Tiga bulan setelah itu dengan pembayaran 3 buah cek dari bulan Mei, Juni dan Agustus 2019 senilai 6,7 Millyar, seharusnya untuk lahan 9 hektare.

“Uang sudah dicairkan semuanya, sementara surat sudah tiga bulan belum jadi. Dan saya bilang cek jangan dicairkan kepada Suratman dan disampaikan kepada PHnya Tomi. Namum tetap di cairkan juga oleh Nguan Seng. Dan lahan yang 6 hektare yang sedang bermasalah hingga sekarang belum dilakukan pengurusannya,” aku Laoren

Bahkan dalam persidangan Laouren menerangkan bahwa tanah seluas 6 hakter yang dibeli yaitu tanahnya sendiri. Diketahui pada bulan Januari 2020 karena disurati PLN, bahwa Lokasi Tanah sebagian mau di bangun PLTU. Terdapat tiga bidang tertulis no name dengan sertifikat tahun 1995 atas nama Loouren M Takke. Dan terjadi tumpang tindih dengan SKT yang ada. Dilakukan ferivikasi oleh pihak tim pengadaan tanah bersama BPN.

Baca Juga :   Lakukan Lompatan Penuh Inovasi

“Lahan seluas 12 hektar di ukur kembali menjadi 9 hektar setelah dilakukan pengukuran. Berdasarkan surat tiga foto copy SKT dan dua surat SKT asli. Permeter 225 kurang kebih 20 Millar. Setelah diadakan pengukuran kembali oleh BPN bahwa lahan itu tidak seluas 3 hektar cuma 15.000 meter. Bahkan tiga SKT yang lainnya ada lahan saya yang terjadi tumpang tindih, jadi jelas saya dirugikan dua kali oleh tersangka,” katanya di muka persidangan.

Joen

Artikel sebelumyaKapolri Instruksikan Percepat Penanganan Wilayah Bencana dan Tingkatkan Pelayanan Warga Kebutuhan Khusus
Artikel berikutnyaHilang Terseret Arus Saat Memancing H 2 di Temukan Meninggal Dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.