Beranda Nasional Mahfud MD  Tindak Pidana Korupsi Tidak Bisa Ditawar

Mahfud MD  Tindak Pidana Korupsi Tidak Bisa Ditawar

222
0

Putrakepri.com, Jakarta – Jaksa Agung RI Dr. Burhanuddin, SH. MH. didampingi Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi SH. M.Hum, Para Jaksa Agung Muda, serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI menerima kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di ruang tamu VVIP di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kejaksaan Agung Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (15/03/21).

Turut hadir mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Prof. Mohammad Mahfud MD, Deputi III Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sugeng Purnomo, Deputi IV Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Irjen Pol Armed Wilava Budi Kuncoro, dan Rizal Mustary.

Mentri Koordinator Bidang Politik Hukum, dan Keamanan Prof.Muhammad Mahfud MD menjelaskan maksud dan tujuan utama kunjungan kerja tersebut,

Baca Juga :   IFJ Minta Gubernur Lampung Hormati Wartawan yang Sedang Jalankan Tugas Profesi

” Penyelesaian kasus-kasus korupsi, pertama soal unsur tindakan korupsi yang beberapa waktu lalu ada masukan dari beberapa tokoh agar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi guna diberikan petunjuk pelaksanaan yang jelas karena di lapangan ada beberapa orang tidak memiliki niat jahat (Mens Rea) untuk melakukan korupsi, namun hanya karena salah administrasi, langsung dibawa ke kasus korupsi, ” ujarnya.

lanjutnya, hal tersebut menyebabkan sebagian orang takut melangkah dan setelah didiskusikan, Kejaksaan Agung sudah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang penerapan Pasal 2 dan Pasal 3.

“Sehingga apabila ada perbuatan melawan hukum tetapi tidak ada niat jahat (Mens Rea), maka bukan kasus korupsi, ” jelasnya.

Mahfud menambahkan, oleh karenanya, sebagian besar kasus yang diajukan Kejaksaan Agung hampir semuanya terbukti di pengadilan bahwa di bawah 5 persen saja yang dianggap bukan kasus korupsi.

Baca Juga :   Djoko Santoso Layak Jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

” Artinya cara menerapkan hukum sudah bagus dan hanya perlu penerapan undang-undang dan SOP saja diperketat, ” ungkapnya.

Untuk selanjutnya yang didiskusikan adalah kasus korupsi pada PT. Asuransi Angkatan Bersenjata RI (Asabri) yang sudah berjalan proses hukumnya, penetapan tersangka telah dilakukan namun belum ke pengadilan.

Menurut Mahfud, memang ada upaya-upaya untuk menyelesaikan perkara tersebut di luar hukum pidana dalam artian secara perdata, tetapi setelah didiskusikan perkara tersebut adalah Tindak Pidana Korupsi.

“Sehingga masalah korupsi pada PT. Asabri tetap akan diselesaikan menurut konstruksi hukum yang dibangun oleh Kejaksaan Agung, ” katanya.

Adapun kalau ada persoalan perdata terdapat di luar perkara korupsi, maka nanti akan dibicarakan dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, tetapi pada intinya kasus korupsi pada PT. Asabri tetap akan berjalan sebagai Tindak Pidana Korupsi dan tidak akan bisa ditawar-tawar kembali.

Baca Juga :   36 Advokat asal DPC Peradi SAI Batam dilantik dan diangkat sumpah di Pengadilan Tinggi Pekanbaru

Sementara Jaksa Agung RI Dr. Burhanuddin, SH. MH. mengucapkan terima kasih atas kunjungan kerja dan juga menyampaikan penjelasan bahwa ” Jaksa Agung telah mengeluarkan aturan tentang Penerapan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 serta penjelasan tentang penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi pada PT Asabri, ” terangnya.

Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Prof. Mohammad Mahfud MD di Kejaksaan Agung dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M.( Nur)

Artikel sebelumyaWalikota Tanjungpinang Tinjau Ponpes Al Khoir Km.14
Artikel berikutnyaJ Target Operasional Berhasil Dibekuk Sat Resnarkoba Polres Tanjungpinang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.