Beranda Kepri Tanjungpinang Penertipan Badut Jadi Polemik Rahma Laporkan Akun Rudy Irawan ke Polisi

Penertipan Badut Jadi Polemik Rahma Laporkan Akun Rudy Irawan ke Polisi

99
0

Putrakepri.com, Tanjungpinang -Timbul berbagai polemik serta pro dan kontra serta opini darii kalayak ramai di media sosial hingga viral terkait penertiban Badut di Traffic Light ( lampu merah ) Kota Tanjungpinang oleh Satpol PP Tanjungpinang beberapa hari yang lalu.

Menyikapi dan menanggapi terkait hal ini Hj. Rahma S.IP selaku Walikota Tanjungpinang melaporkan akun FB atas nama Rudy Irawan ke Polisi dianggap telah melakukan pelanggaran ataupun unsur penghinaan atas dirinya, Senin (08/02).

Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra pada konfirmasi Selasa ( 09/02) pagi.

Baca Juga :   Walikota Tanjungpinang Himbau Menjaga Suasana Kondusif, Saat Pelaksanaan Pemilu 17 April

” Iya ada kemarin siang buat pengaduan, yang dilaporkan atas nama Rudy Irawan, kita Lidik akun tersebut,” ujar Rio.

Sementara WalikotaTanjungpinang, Hj.Rahma S.IP, mengatakan hal terkait saat menghadiri HPN ke 75 saat acara penanaman pohon bersama Insan pers Tanjungpinang- Bintan.

” Terkait penertiban Badut oleh satpol PP tersebut sudah ada Perdanya, saya tidak anti kritik, justru itu bisa sangat membangun dan menguatkan saya bersama pemerintah kota Tanjungpinang, untuk membangun pemerintah Kota Tanjungpinang ini lebih maju lagi ke depannya, tetapi jangan menggunakan nama Walikota, kalau menggunakan nama Rahma saja itu sudah biasa saya hadapi, ” ucapnya.

Baca Juga :   Modus 12 Tersangka, Ijin Perumahan Lahannya Untuk Tambang Bauksit

Lebih lanjut Rahma mengatakan, ” saya memahami kondisi sulit saat pandemi civid-19 terutama di Kota Tanjungpinang saat ini. Seperti halnya badut, yang beroperasi di lampu merah karena di lampu merah tersebut tidak dibenarkan untuk melakukan aktivitas tersebut, ” tambahnya.

Rahma juga mengatakan, tidak hanya badut saja yang ditertibkan. Di beberapa traffic light juga dilakukan penertiban pengamen jalanan.

“Saya paham kondisi saat ini sedang sulit, tapi bukan disitu tempatnya. mungkin itu adalah cara mereka untuk bertahan hidup atau menafkahi keluarganya, tapi saat ini kita lihat dari sudut pandang keselamatan dan kesehatan untuk badut itu, jika terjadi apa-apa siapa yang bertanggung jawab, semoga masyarakat Kota Tanjungpinang dapat memahaminya sehingga tidak lagi berkembang komentar miring yang ditujukan atas tindakan Pemko Tanjungpinang, saya minta maaf atas kejadian kemarin siang, ” pungkas harapnya .( Nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.